Minggu, September 12, 2021
When I’m thinking about love ones
facebook dengan fitur memoriesnya, ga jarang membawaku ke kenangan masa lalu. ada yang lucu, gaje, sedih, alay, dll.
tulisan ini kutulis senin dini hari sambil menunggu adzan subuh. fitur facebook itu membawaku kembali ke kenangan saat kerja di jakarta. tempatku mengenal almarhum mas Vinio.
ga akan kulupa kenangan pertama kali mengenalnya. pria dengan tatapan aneh yang melirikku dari ujung kaki sampai ujung kepala di pertemuan kami dalam lift menara multimedia lantai 7.
sebetulnya itu bukan pertemuan pertama kami. kami ketemu di bicki sianipar cafe saat aku menjadi pic event live streaming produk speedytrek.
ga ajan kulupa penilaianku tengang dia dulu. "cowo aneh tipe2 ga suka sm cewe ky gw".
dan ternyata jodoh membawa kami menjadi satu unit di 2 tahun setelahnya.
lucunya, setelah mengenalnya, ternyata ia sosok yang sangat lucu, bahkan yang lebih tak kusangka, ia juga menilaiku sangat lucu, unik, dan keren. tak jarang ia memujiku dan melempar kalimat canda atau ilmu2 baru yang kadang terdengar aneh karena gaya hidupnya yang nyeleneh.
we became close friend.
hutangku pada mas vinio adalah janji bertemu dengannya saat ia wisuda pensiun. suatu keputusan yang tak kusangka akan ia ambil di usianya yang masih muda. aku bukan temen yang baik untuk mas vinio, utang itu tak akan pernah bisa kubayar, janji untuk bertemu pupuslah sudah saat kudengar berita ia telah berpulang karena sakit. maafin vi ya mas..
sampai saat ini, jika fitur facebook memories muncul, dan kulihat komentar2 darinya, ada sakit yang kurasa. "kamu udah ga ada di dunia ya mas"
karena itu untuk mas vinio dan mamihnya yang hanya kudengar via cerita2nya, kupersembahkan al fatihah saat kumengingatnya. kupanjatkan doa dalam setiap akhir salatku.
begitupun rutinku bila mengingat semua kenalan yang telah pergi lebih dulu.
kepada pak jafar dosen wali dan dosen pembimbingku yang namanya sangat membantu kelulusan skripsiku, pak yudi yang tak akan pernah kulupa senyum ramahnya, pak priatna yang membuatku selalu ingin duduk di barisan terdepan kelas agar ia merasa dihargai oleh murid,
mama dari sahabatku tyas, mas ardi mantan anak buahku, dan semua kenalan yang mungkin hubungan kami tak pernah dekat. tapi kenangan akan keberadaan kalian pernah sangat berarti dalam hidupku.
semoga aku selalu ingat untuk mendoakan kalian yang udah ga ada. semoga berjodoh kita bertemu di surgaNya kelak. aamiiin yra.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar